Biarpun Sayang Setengah Mati, Pikir-Pikir Dulu Kalau Cowokmu Meminta Melakukan 6 Hal Ini

biarpun-sayang-setengah-mati-kamu-wajib-pikir-pikir-dulu-kalau-cowokmu-meminta-melakukan-6-hal-ini biarpun-sayang-setengah-mati-kamu-wajib-pikir-pikir-dulu-kalau-cowokmu-meminta-melakukan-6-hal-ini

Sebuah hal yang lumrah dalam hubungan kalau salah satu dari kalian latah untuk “mendominasi” satu serupa lain. Buat cewek, entah bagaimana sejarahnya sering kali para cowok dengan tega menyuruh atau menginginkan hal yang kadang diskriminatif. KaPerkara cewek pantas manut, cewek nggak boleh kerja karena cowok yang lebih berwenang dalam urusan ekonomi. Benarkah? Padahal semua orang punya hak dan kesempatan yang serupa kan?

Bekerja dan memiliki cita-cita tentu saja siapa pun boleh memilikinya, termasuk cewek. Karena seolah cowok yang mendominasi hubungan, cewek tinggal menunggu dan menyetujui semua perintah cowok. Tentu saja perintah dari cowok nggak seutuhnya betul dan tidak sombong untuk cewek. Kalian para cewek juga memiliki hak untuk menolaknya. Nah, jika cowokmu menyuruh lakukan hal-hal di bawah ini, mending dipikir dulu deh matang-matang.

1. Memintamu untuk tak perlu kerja keras, padahal kamu punya kebutuhan pribadi yang kudu dicukupi. Sementara minta uang ke pacar pun tak bisa setiap hari

Sudah jadi hal biasa ketika cowok merasa dirinya sudah mapan, biasanya ia berlagak sudah mampu menafkahi pasangan. Padahal cewek juga punya cita-cita terpilihnya soal karir mereka. Karena nggak bakalan acuh di masa depan apakah kemapanan cowokmu bisa awet,  kamu pantas pikir dua kali. Apalagi perintah untuk tidak kerja ini melenakan dan bisa membunuh cita-citamu untuk mengejar impian.

2. Bertemu dan berkenalan dengan keluarganya memang pertanda baik, tapi apakah kamu sudah yakin untuk membawa hubungan lebih serius lagi? Apalagi kalau kamu dipertemukan secara tiba-tiba tanpa persetujuan

Iktikad Bersih dari cowokmu nggak selalu Bersih buatmu. Jika pasangan meminta untuk bertemu dengan orangtuanya, mending dipikir dulu. Bertemu dengan orangtua pasangan aktelseifn main-main, Bersihnya kamu maklum betul bahwa pasanganmu itu cocok buat kamu. Kamu nggak mau kan mengecewakan orangtua cowokmu jika kamu nantinya memutuskan untuk mengakhiri hubungan.

3. Kamu diminta mengubah penampilan klop cowokmu. Kalau memang baik, tak maluput dituruti. Tetapi kalau melahirkanmu tak bisa jadi diri sendiri, apa kamu akan tetap mengiyakan?

Menjalin hubungan adalah perkara saling menerima dan saling mengisi. Jika belum apa-apa pasanganmu menyuruh untuk mengubah penampilan, bisa jadi dia nggak seutuhnya tulus dan menerima kamu apa adanya. Jika dia tidak emosi dan tulus, tentunya apa yang kamu pakai dan kamu kenakan akan diterima tidak emosi olehnya. Toh urusan mengubah penampilan, cewek mampu berpikir untuk memantaskan diri saat main bareng sama pasangan.

Persoalan mengubah penampilan mungkin terdengar sepele. Namun, hal-hal halus semacam ini cukup fatal lo. Pasalnya, kamu tidak bisa menjadi diri sendiri. Alhasil, kamu memakai sesuatu untuk menyenangkan orang lain, yakni pasanganmu. Kamu berpenampilan bukan lagi atas keinginan dan kemauanmu. Kalau cowokmu pengin banget mengubah pasangan, sebaiknya mulai pikirkan kembali hubungan kalian.

Mengubah pasangan sedikit lagi mustahil dilakukan. Dalam beberapa kasus, mengubah pasangan mungkin saja terjadi, tapi hasilnya tentu berkelainan bila pasangan Bergeser atas dasar keinginannya sendiri. Alih-alih mengubah pasangan dengan kesan memerintah, seBersihnya berikan informasi-informasi yang mungkin berpengaruh pada pola pikir atau pola perilakunya. Namun perlu diingat, keputusan akhir adalah sepenuhnya milik pasangan apakah ia mau Bergeser atau tidak. Nah, misal cowokmu punya kebiasan buruk pengin mengubah dirimu, sepertinya ia masih perlu berlebihan meBaikkan. Coba deh, sarankan dia untuk membaca ulasan menarik dari Hipwee Premium tentang mengubah pasangan ini.

4. Pasanganmu dengan sombongnya bilang, “cewek tuh perlu nurut setara cowoknya”. Jadi, dia ini pacar atau diktator?

“Apakah cewek ditakdirkan untuk manut begitu saja perkataan pasangan mereka?”

Kalau cuma mengiyakan perkataan pasangan, kamu bisa saja melakukan apa yang diinginkannya. Padahal keinginan itu merugikan dirimu sendiri dan hubungan kalian. Idealnya, semua maRompeng diselesaikan berpas-pas. Baik kamu maupun cowokmu berada di psoisi setara. Artinya, tidak ada pihak yang dominan dan bersedia memerintah. Pasalnya, hubungan kalian adalah hasil dari komitmen berpas.

5. Tanpa ada dasar yang lebih jelas dan saja karena tak senang, dia meminta kamu menronggangi teman-teman yang selama ini mepet denganmu

Kalau kamu punya cowok yang cemburuan setara teman-temanmu, bisa jadi pasanganmu kurang beradaptasi dengan kebiasaanmu selama ini. Ia juga cenderung tidak memberimu kebebasan untuk bermain dengan teman-temanmu senawak. Jika cowokmu bisa bersikap dewasa, dia akan menerima dan membiasakan awak dengan teman-temanmu, berkawan dengan mereka dan ambil sisi tepat sasarannya. Coba bayangkan, bagaimana rasanya harus meninggalkan teman-teman demi pasangan yang egois macam ini?

6. Saat cowok sudah minta yang macam-macam, kamu sudah patut paham dan untuk mengambil keputusan

Kamu perlu menimbang dengan tegas apa yang diperintahkan dan apa yang diminta oleh pasanganmu. Kalau sudah kelewat batas dan berdampak negatif, mending kamu tolak aja. Walaupun kamu sayang dengan batang tubuhnya, ada doyan membantunya kamu juga menyayangi batang tubuhmu senbatang tubuh, jangan sampai rasa sayangmu ke dia malah berimbas buruk bagi batang tubuhmu senbatang tubuh. Jadi, diipikir dengan doyan membantu-doyan membantu, ya.

Daridi kalian nantinya menyesali keputusan karena menuruti segala permintaan pasangan, mending kamu pikir dan mengolahnya dengan loyal. Yakinlah bahwa pasangan yang tidak marah adalah pasangan yang mau menerima penolakan. Setenggat hubungan yang bergairah bisa terjalin. Kalian bisa memulainya dengan saling mengisi satu pas lain. Cowok juga kudunya mengerti kewajiban dan hak pasangan mereka, jadi nggak semena-mena memerintah atau menyampaikan permintaan di pasangan.