Kenali Modus Penipuan Digital Dengan Kedok Pinjaman Online

Ilustrasi penipuan online Ilustrasi penipuan online

Sejak wabah corona menyebar di Indonesia, banyak modus penipuan digital yang marak terjadi. Tercatat, ada banyak korban yang melapor ke pihak kepolisian setelah menjadi korban dari oknum penipu. Cukup sulit melacak pelaku penipu digital. Sebab, mereka menggunakan nomor rekening atas nama orang lain untuk menampung dana hasil menipu. Umumnya, oknum penipu menawarkan pinjaman uang secara online dengan iming-iming persyaratan mudah, bunga ringan, dan tenor pinjaman cukup panjang. Hanya saja, mereka meminta uang deposit di awal agar dana pinjaman segera dicairkan. Setelah menyetor uang deposit, maka penipu akan memblokir nomor Anda. Sehingga, uang deposit dibawa kabur oleh penipu.

Cara Oknum Penipu Dalam Menjalankan Modus Penipuan Digital

Sebetulnya, oknum penipu ini tidak menyasar korban dengan latar belakang tertentu. Jadi, penipu menyasar calon korban yang benar-benar membutuhkan pinjaman uang. Sebab, calon korban yang membutuhkan pinjaman uang ini lebih mudah dikendalikan dan mau menuruti apa saja permintaan penipu. Umumnya, penipu memposting iklan pinjaman online melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, hingga Facebook. Setelah calon korban tertarik, penipu meminta identitas pribadi seperti KTP, KK, hingga NPWP sebagai persyaratan untuk meminjam uang.

Padahal, memberikan identitas pribadi ini cukup berbahaya. Bisa saja, identitas pribadi digunakan untuk hal-hal berbau kriminal lainnya. Kemudian, oknum penipu akan meminta biaya sebagai deposit atau administrasi. Besaran biaya yang dibebankan kepada korban ini sesuai dengan jumlah pinjaman yang diajukan. Setelah korban mentransfer uang deposit atau administrasi, maka oknum penipu akan memblokir nomor telepon korban. Sehingga, korban mengalami kerugian cukup besar karena tergiur dengan modus pinjaman online tersebut.

Tips Jitu Agar Anda Tidak Menjadi Korban Modus Penipuan Digital

Agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus pinjaman online, maka ada beberapa tips jitu yang perlu Anda ketahui. Pertama, jangan pernah merespon penawaran pinjaman online melalui media sosial. Sebab, fintech legal tidak pernah memberikan penawaran pinjaman online secara pribadi. Kedua, jangan pernah mentransfer uang deposit atau administrasi ke nomor rekening atas nama pribadi. Sebab, badan usaha resmi memiliki nomor rekening atas nama perusahaan. Apabila nomor rekening tujuan menggunakan atas nama pribadi, maka Anda harus mengurungkan niat untuk meminjam melalui perusahaan tersebut. Sejak wabah corona mulai menyebar di Indonesia, banyak orang mengalami kesulitan dari segi finansial. Sehingga mereka mengajukan pinjaman melalui fintech. Hanya saja, banyak oknum penipu yang menggunakan modus penipuan digital dengan meminta uang “pelicin” agar uang pinjaman dapat dicairkan segera.

Kenali Ciri-Ciri Penipuan Online Yang Beredar di  Media Sosial

Agar tidak menjadi korban penipuan, maka Anda wajib mengenali ciri penipuan online yang selalu dilakukan oleh pelaku kriminal. Kini, oknum penipu mulai merambah media sosial guna memperluas jaringan dalam mencari korban. Oleh sebab itu, jangan mudah tergiur dengan penawaran yang diberikan oleh oknum penipu. Sebab, hal tersebut menjadi salah satu modus operandi penipu dalam menjalankan aksinya.

Ciri Penipuan Online yang Selalu Digunakan oleh Oknum Penipu dengan Memanfaatkan Media Sosial

Memang, oknum penipu mulai merambah media sosial untuk mencari korban. Umumnya, mereka memanfaatkan media sosial yang ramai digunakan oleh para korban seperti Instagram, Twitter, hingga Facebook. Untuk itu, kenali ciri-ciri dari modus penipuan dengan memanfaatkan media sosial. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Menjual Produk Resmi Dibawah Harga 

Salah satu modus penipuan online melalui media sosial adalah menjual produk resmi dibawah harga. Sehingga, banyak korban yang tertarik dan membeli produk tersebut kepada oknum penipu. Alhasil, produk yang dibeli tidak akan dikirim oleh oknum penipu. Akhirnya, uang yang telah ditransfer masuk ke rekening penipu. Dan Anda pun tidak mendapatkan produk yang diinginkan.

2. Memberikan Resi Palsu

Ciri penipuan online selanjutnya adalah memberikan resi palsu. Resi ini berupa kode unik untuk melacak pengiriman barang. Agar korban percaya pada oknum penipu, maka Anda diberikan nomor resi palsu. Ketika Anda memasukkan nomor resi dari oknum penipu, maka nomor resi tersebut tidak valid.

Belanja online melalui media sosial menjadi salah satu tren berbelanja di tengah pandemi corona. Akan tetapi, banyak oknum penipu yang menyamar sebagai pemilik toko online. Alhasil, produk yang dibeli oleh korban tidak dikirim sesuai alamat tujuan. Sehingga korban kehilangan uang karena praktek penipuan tersebut. Agar tidak menjadi korban selanjutnya, maka ketahui ciri penipuan online melalui media sosial.