Contoh Pelanggaran Lalu Lintas Yang Berujung Pidana Penjara

tilang sepeda motor di jalur busway tilang sepeda motor di jalur busway
Ada banyak contoh pelanggaran lalu lintas di Indonesia yang berakhir dengan hukuman pidana penjara bagi pelanggar. Pasalnya, pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi ini berakibat fatal hingga menyebabkan korban mengalami cacat permanen atau bahkan meninggal dunia. Jadi, pihak kepolisian berhak mengamankan serta melakukan penahanan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Tujuannya tentu untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mencari tahu apakan ada pelanggaran dalam berlalu lintas yang dilanggar oleh pelaku. Jadi, pasal pelanggaran lalu lintas ini tidak hanya diatur dalam Undang-Undang lalu lintas saja. Melainkan juga diatur oleh Undang-Undang hukum pidana jika ditemukan adanya kelalaian yang mengakibatkan korban mengalami luka berat, cacat permanen, hingga meninggal dunia. Oleh karena itu, ketahui contoh pelanggaran dalam berkendara yang menyebabkan timbulnya korban jiwa. Selain itu, pelajari pula apa saja pasal-pasal yang mengatur tentang pelanggar lalu lintas beserta jenis hukuman yang telah diatur oleh Undang-Undang di Indonesia. Contoh Pelanggaran Lalu Lintas yang Cukup Menghebohkan di Indonesia Di Indonesia sendiri, masih banyak kasus pelanggaran dalam berlalu lintas yang membuat orang lain celaka. Bahkan, pelanggaran-pelanggaran tersebut bisa saja menjadi penyebab orang lain mengalami luka berat, cacat permanen, hingga meninggal dunia. Sebagai contoh, ada beberapa kasus pelanggaran lalu lintas yang sempat menyita atensi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ini dia beberapa contoh kasus pelanggaran lalu lintas yang sempat menghebohkan Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut ini : Menerobos Palang Pintu Kereta Api Contoh pelanggaran lalu lintas yang pertama adalah menerobos palang pintu kereta api. Baru-baru ini terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum dengan kereta api di Kota Medan. Akibatnya, 3 penumpang meninggal dunia dan 2 orang luka berat. Atas kelalaian sopir, maka pihak kepolisian dapat menjeratnya dengan pasal berlapis. Pertama, pasal 114 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 karena menerobos palang pintu kereta api. Ancaman hukumannya denda Rp. 750.000 atau kurungan penjara 3 bulan. Kedua, pasal 311 ayat 1 yang mana pengemudi dengan sengaja mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar atau ugal-ugalan di jalan raya hingga menyebabkan seseorang terluka atau meninggal dunia. Pengemudi diancam hukuman penjara 1 tahun atau denda Rp. 3.000.000. Berkendara Diatas Kecepatan Maksimal Ada beberapa contoh pelanggaran lalu lintas yang disebabkan karena berkendara diatas kecepatan maksimal. Salah satunya ketika pasangan artis Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah yang meninggal di tol Jombang akibat sang sopir memacu kendaraan hingga kecepatan sekitar 180 Km/jam. Akibatnya, kedua pasangan artis ini meninggal dunia di lokasi kejadian. Bahkan, Vanessa Angel pun terlempar keluar mobil. Pengemudi bisa saja dikenakan pasal 310 ayat 3 yang mana seorang mengemudikan kendaraan diatas kecepatan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukumannya pun cukup berat, yakni 6 tahun penjara atau denda paling banyak 12 juta rupiah. Untuk itu, tetap berhati-hati dan tetap jaga kecepatan kendaraan agar tidak mengalami kecelakaan di jalan raya. Dan kasus ini pun masih dalam tahap pengadilan. Menerobos Lampu Merah Hingga Menabrak Kendaraan Lain Selain itu, ada beberapa pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan orang lain merugi. Salah satunya adalah menerobos lampu merah hingga menyebabkan kendaraan milik orang lain rusak. Salah satu kejadian kecelakaan akibat menerobos lalu lintas ini terjadi di Jakarta. Seorang pengendara kendaraan roda dua dengan sengaja menerobos lampu merah. Akibatnya, pengendara motor ini menabrak bus Trans Jakarta. Alhasil, pengendara motor dapat dikenakan pasal 106 ayat 4 huruf c. Yang mana, pengendara akan dikenakan kurungan paling lama 2 bulan atau membayar denda paling besar Rp. 500.000. Selain itu, pengendara roda dua juga wajib mengganti biaya kerusakan atas kendaraan yang ditabrak. Pasalnya, korban berhak mengajukan tuntutan terhadap penabrak karena telah merusak kendaraan milik korban akibat kelalaiannya. Meskipun mengganti biaya kerusakan tidak termasuk dalam pasal pelanggaran lalu lintas, namun pengendara wajib membayar biaya perbaikan kendaraan sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak. Sebagai pengemudi, Anda wajib taat dan patuh terhadap aturan yang telah dibuat oleh Dirjen Lalu Lintas Indonesia. Pasalnya, aturan tersebut dibuat agar masyarakat semakin tertib ketika mengemudi kendaraan. Akan tetapi, ada banyak contoh pelanggaran lalu lintas yang berujung pidana penjara akibat kelalaian pengemudi.