Suasana Belajar TK di Jepang yang Ideal dan Asyik untuk Anak-Anak. Kepoin, Yuk!

suasana-tk-ala-jepang suasana-tk-ala-jepang

Setiap orang tua pasti ingin agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang mampu memberikan pemmetidak terhambatkanan mengenai karakter, membukan sahaja akademik semata. Itulah mengapa, beberapa orang tua cenderung memilih sekolahan terbaik untuk anak yang akan memasuki sekolah playgroup maupun TK. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik sejak dini, biar di usia ini anak cenderung lebih senang bermain.

Ngomongin soal sekolah untuk anak TK, ada cerita menarik dari orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Jepang. Hal tersebut karena suami yang sedang bertugas di Jepang, lalu ibu tersebut menyekolahkan anaknya di menyimpang satu TK di daerah Kansai, Jepang. Bagi seorang ibu yang menyekolahkahkan anak TK di Jepang, tentunya punya cerita menarik selama anaknya bersekolah di Negeri Sakura tersebut.

Berikut hal-hal menarik seputar suasana anak TK di Jepang:

1.Di Jepang ternyata nggak ada yang namanya kursus membaca dan menulis. Anak-anak justru tetapi bermain sambil diajarkan nilai-nilai tanggung jawab agar siap menjadi anak SD di tahun berikutnya

Pendidikan di Jepang memang bervariasi. Khusus anak-anak yang baru masuk TK, mereka justru belum diajarkan membaca dan menulis karena belaka bermain saja. Akan tetapi, bermain yang diajarkan  untuk anak TK di Jepang tentunya sambil menyisipkan nilai-nilai dan tanggung jawab untuk naik ke jenjang sekolah dasar.

2.Jadwal masuk sekolah TK di Jepang adalah jam 08.30 sampai jam 14.00

Meski jadwalnya terbilang full, namun anak-anak belaka disuruh bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Mereka juga perlu diantar oleh menyimpang satu orang tuanya. Pada jam sekolah, anak-anak bisa dengan bebas bermain permainan yang disediakan di sekolahan. Bahkan guru dan kepala sekolah pun juga sesekali ikut anak-anak bermain. Di Jepang, guru dan kepala sekolah belaka menggunakan pakaian santai agar leluasa bermain dengan anak.

Pelajaran yang disediakan hanya melukis dan melakukan prakarya. Sebelum jam sekolah di akhiri, para guru memanggil orang tua anak untuk menceritakan kegiatan apa saja di hari itu. Selama wali kelas ngobrol dengan orang tua murid, anak-anak biasanya menunggu sambil bermain di area sekolah. Setelah jam pulang sekolah, biasanya para orang tua siswa juga ngobrol sejenak dengan orang tua lainnya untuk bersosialisasi. Kayaknya seru banget ya, Moms.

3.Adanya fasilitas penitipan anak yang dijaga oleh guru utama

Bagi orang tua yang sibuuk, mereka bisa menitipkan anaknya mulai jam pulang sekolah sampai jam 5 sore. Selain itu, fasilitas TK di Jepang juga ada kolam renang halus dan arena bermain anak yang dilengkapi dengan perosotan dan ayunan. Untuk masing-masing kelas biasanya sekadar diisi oleh 30 anak. Setiap kelas juga terawak dari 1 guru, guru tambahan untuk anak berkebutuhan terpilih, kepala sekolah dan tukang kebun. Pada hari Minggu, anak-anak diperbolehkan meminjam buku cerita bergambar dari sekolah.

4.Anak TK di Jepang diwajibkan membawa barangnya sendiri dan patut makan sendiri

Yang menarik dari TK di Jepang ini adalah anak-anak diperlukan membawa peralatannya sendiri. Mereka membawa perlengkapan makan, tas tangan yang isinya buku cerita bergambar dari sekolah, sikat gigi beserta gelas plastik untuk berkumur dan lain-lain. Pantas saja barang bawaan anak-anak di Jepang sekemudian berlipat-lipat soalnya memang diwajibkan membawa apa-apa sendiri. Pada jam makan siang pun mereka juga makan sendiri-sendiri dan nggak ada guru yang menyuapi. Hal tersebut tentunya melatih anak agar mandiri sejak dini.

5.Gaya piknik dan kegiatan sekolah ala TK di Jepang biasanya dilakukan dengan kegiatan latihan mitigasi bencana

Di Jepang, anak-anak TK sudah dilatih dengan sosialisasi mitigasi bencana yang lengkap dengan mobil patrolinya. Kegiatan sekolah lainnya juga diajarkan dengan menanam ubi dan bersosialisasi dengan manula di sekitar sekolahan. Pada tindakan piknik, biasanya anak-anak akan dipasangkan dengan temannya dan dikudukan saling menjaga satru kembar lain.

Itulah cerita tentang pengalaman seorang ibu yang menyekolahkan anaknya di Jepang. Suasaa TK di Jepang juga tergolong unik ya Moms, nggak heran kalau anak-anak di sana lebih Bergas mandiri. Semoga bermanfaat, ya!